Namanya Agil orang Semarang. Wajahnya mirip denganku padahal kami hanya sepupu. Dia beda 5 tahun denganku tapi kami tetap kompak layaknya kakak-beradik yang saling menyayangi.
Kalau pagi-pagi kamu lihat matahari bulat dan cahayanya menerpa wajahmu, pasti kamu bakalan merasa hangat dan bahagia.
Masa sih, mas? Bagaimana dengan Bulan?
Menurut mas, Bulan memiliki keromantisan dalam sinar redupnya. Hingga kamu akan ingat dengan orang-orang selalu ada dihati kamu. Ibaratnya merindukan seseorang
Bagaimana dengan Bintang?
Bintang paling unik. Mereka terhampar banyak seperti ketombe dirambutmu. Tapi hilang bersama-sama. Pernahkah kamu menunjuk satu Bintang?
Belum pernah, bahkan sulit membedakan Bintang yang aku lihat kemarin dan sekarang
Percakapan yang terlalu berlebihan, tapi disitulah dihangatan dia muncul. Ketika kami menikmati sunset di gunung, ketika kami duduk di pertokoan yang 95% sudah tutup, dia menghiburku dengan teorinya. Mengajariku membuka tutup botol tanpa pembuka tutup botol. Hanya dengan menempelkannya pada bambu saat kami di pantai, dia bisa membuka botol Fanta kemudian memberikan padaku. Mengajariku memilih buah yang masak untuk segera dimakan. Juga mengajariku lelucon tentang sea runner.
Kulit kecoklatan kami dan wajah tirus lugu yang kami miliki ini merupakan daya tarik dalam keluarga Jawa kami. Pembicaraan kental yang tiap lebaran dibicarakan adalah para tante, om, budhe, pakdhe dan keluarga lainnya berusaha memirip-miripkan kami berdua.
Mba Indry itu sama Mas Agil kaya adik kaka saja. Wong mirrripnya.
Dan kakak-kakak kami pun memasang tampang ‘lalu-gue-anak-siapa-?’.



5 komentar:
heaaahh gaya nulis kamu kya org lagi pacaran aja cha
ngiri kamu, mas hahaha
eh chaa, tuh kn pas kita ngobrol 2 thn lalu....
(>______<)
coba lagi ah
wooogh bisa bisa,hahaha
aduh norak banget,hehehe
Poskan Komentar