Selamat Datang

Welcome to my Blog.
Blog ini merupakan catatan saya yang mungkin tidak penting.
Isinya berupa macam-macam karena saya tidak mengkhususkan blog ini sebagai media informasi umum.
Karena Blog ini bersifat personal. Bila dibilang life journal,
Terima Kasih dan Nikmati waktu luangmu disini

Karena saya adalah pelajar

08 Oktober 2009

Umur saya bertambah. Prasaan dulu waktu SD, saya paling hobi pagede-gede umur sama temen. Sekarang? Kalo ditanya umur? Berasa tua padahal masih belasan.
Sebetulnya umur belasan kan lagi cerdas-cerdasnya tuh bagi cewek. Banyak prestasi yang diukir cewek pada usia sekolah. Misalnya juara kelas. Tapi kenapa saya tidak memaksimalkan pertumbuhan yang dahsyat ini?
Kalau buka koran, ngiri banget sama adik-adik yang senyum bangga di koran telah meraih penghargaan. Mulai dari duta cilik lingkungan hidup sampai juara nasional robotika. Padahal mereka lebih muda dari saya. Dari saya lahir hingga sebesar ini, saya bingung. Sebetulnya apa tujuan hidup saya? Oke. Membahagiakan orang tua. Itu saja? Hm...masuk surga. Anak TK juga gitu. Karena inilah saya merasa ada penurunan daya otak. Sewaktu saya SD dan SMP saya merasa, saya sanggup untuk berada barisan terdepan karena saya bisa berpikir cepat dan hasilnya brilian. Kalau sekarang? Untuk jawab pertanyaan saja dibutuhkan keberanian yang banyak.
Mungkin gejala, maksud saya sifat kurang pede saya yang membuat ide-ide imajinatifku tercegat di hati. Terlalu banyak mikir resiko. Sialnya karena dandanan saya yang tidak menarik, orang-orang bahkan guru suka memicingkan mata pada saya (kecuali guru yang baik) mendiskriminasi saya dengan kesalahan yang wajar sebagai pelajar perbuat. Apa salahnya bertanya lebih detail? Apa sebegitu parahkah saya berbuat kesalahan sehingga guru tersebut memojokan saya habis-habisan? Mempermalukan saya dihadapan teman-teman yang sebenarnya sependapat dengan saya? Itu yang membunuh Percaya Diri saya.
Guru adalah sosok yang hebat bagi saya. Mereka sangat pintar dan baik. Tapi ada beberapa guru yang gila hormat. Tidak sopan sedikit, satu jam terbuang karena dia marah-marah. Lalu membuat masalah dengan didatangkannya wali kelas. Atau juga ada guru yang terlalu tak peduli dengan anak didiknya yang kesulitan memahami materi yang ia ajarkan. Dianggapnya kami semua sudah paham, sudah menguasai, besok siap test. Sangat menantang bukan? Semalaman berusaha mati-matian belajar. Guru yang seperti itu membuat murid-murid malas belajar. Termasuk saya.
Guru yang baik, membuat saya semangat belajar. Kalau dia memberi nasihat, rasanya pencerahan itu benar-benar ada. Jalan berliku tapi cerah diujungnya sangat terlihat. Tak heran kalau saya gampang terkesan oleh sebuat ceramah. Namun saya tetap menyaring. Seperti kata guru saya, Indonesia itu memiliki Local Genius.

2 komentar:

kataecha on 8 Oktober 2009 20:13 mengatakan...

hm..hm..

Anonim mengatakan...

Susah cari guru yang pas n kena di hati. Apa lagi yang pure mau ngajar n didik. Dulu mah banyak, sekarang susah. Bisa dibilang : orientasi materinya lebih dominan kalo sekarang. hehe. Maaf ah terus terang gini.
Tapi jangan sedih. Tetep kudu semangat belajar. Lewat media apa saja. Plus cari terus guru yang mumpuni. Pasti ada koq...

Poskan Komentar

 

Copyright © 2009 Grunge Girl Blogger Template Designed by Ipietoon Blogger Template
Girl Vector Copyrighted to Dapino Colada