Kelasku yang penuh berbagai julukan. Sekarang ketika teman-teman sudah pulang, aku duduk diujung lantai dekat pintu. Memperhatikan bangku-bangku kosong yang tiap hari ditempati oleh anak-anak cerdas. Menyetel lagu ‘ Bella’s Lulaby dan menggemakannya diseluruh ruangan. Aku melupakan kejenuhan yang tak tau untuk apa.
Apa yang aku nantikan?
Saat-saat ini membawaku pada 3 tahun yang lalu tepatnya ketika aku kelas 3 SMP. Sore hari, sepulang les tanpa takut, aku ke sekolah dan duduk di kelas kosong yang terdapat binatang-binatang hasil pengawetan gagal. Tak dapat aku lukiskan kata-kata saat itu. Sama dengan sekarang. Cuaca mendung.
Bila takdir yang membawaku kemari, bila takdir yang menuntun langkahku dalam kesendirian dan juga kebisuan cicit burung dalam santapan sore, aku pasti tau bagaimana cerita hidupku terukir dan celoteh riangku akan terdengar setelah kebisuan ini.
Semangat dan cita-citaku tak kunjung padam hanya karena aku sendirian. Seperti kata-kata yang entah dimana aku dengar. Gelap tu ga ada, yang ada Cuma kurang cahaya. Biarlah aku berlindung di gelapnya itu dari cahaya yang menghajarku untuk merenggut senyumku hingga aku melupakan bagaimana tersenyum.
Jari-jariku dengan lincah memencet tombol keyboard. Mengetikan persaanku yang seakan terlatih untuk menyampaikan meski aku bunkan penulis yang bagus. Terkadang terhenti untuk memikirkan kelanjutan kata-kata dan terkadang menghapusnya kembali ketika sadar aku salah mengetik.
Kini kelasku ramai kembali dengan suara-suara hatiku yang tak dapat didengar orang lain..
Si Maggots
-
Seketika wajah saya menjadi pucat ketika melihat belatung yang sebesar upil
memenuhi kotak luar makan saya yang lupa belum saya cuci selama beberapa
hari.
...
2 tahun yang lalu


0 komentar:
Poskan Komentar